Posts

Apa Salah "Terlahir Sebagai" Perempuan??

Image
Tindak kekerasan terhadap perempuan tercatat memprihatinkan. Berdasarkan data dari Catatan Tahunan (CATAHU) Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) 2019 tercatat tahun 2018 jumlah kasus yang dilaporkan meningkat sebesar 14%. Jumlah kasus KTP 2019 sebesar 406.178, jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 348.466. Sebagian besar data bersumber dari kasus atau perkara yang ditangani oleh PN/PA. Data ini dihimpun dari 3 sumber yakni; [1] Dari PN/Pengadilan Agama sejumlah 392.610 kasus. [2] dari Lembaga layanan mitra Komnas Perempuan sejumlah 13.568 kasus; [3] dari Unit Pelayanan dan Rujukan (UPR) satu unit yang sengaja dibentuk oleh Komnas Perempuan untuk menerima pengaduan korban yang datang langsung ke Komnas Perempuan sebanyak 415 kasus yang datang langsung, dan 367 kasus melalui telpon dan [4] dari Subkomisi Pemantauan yang mengelola pengaduan melalui surat sebanyak 191 kasus dan 261 melalui surat elektronik. Berdasarkan data-dat...

Makam Maulana Malik Ibrahim

Image
Dalam buku The History of Java, Stamford Raffles menyatakan bahwa menurut penuturan para penulis lokal, "Mulana Ibrahim, seorang Pandita terkenal berasal dari Arabia, keturunan dari Jenal Abidin, dan sepupu raja Chermen (sebuah negara Sabrang), telah menetap bersama masyarakat Muslim lainnya yang lebih dahulu tinggal di Desa Leran di Jang'gala.Dalam cerita rakyat kadang-kadang Maulana Malik Ibrahim disebut sebagai Syeikh Maghribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarqand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. Menurut tradisi, Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, Vietnam Selatan, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua ...

Makam Sunan Giri

Image
Sunan Giri adalah nama salah seorang Wali Songo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di Desa Giri, Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia lahir di Blambangan (nama lama dari daerah Banyuwangi) tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra. Menurut tradisi Sunan Giri merupakan keturunan Rasulullah SAW, yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja'far ash-Shadiq, Ali al￾Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali' Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), Ibrahim Zainuddin Al￾Akbar As-Samarqandy (Ibrahim Asmoro), Maulana Ishaq, dan Ainul Yaqin (Sunan Giri). Umumnya pendapat tersebut...

Makam Sunan Prapen

Image
Berdasarkan informasi dari warga sekitar dan juru kunci di makam tersebut. Sunan Prapen Merupakan cucu Sunan Giri sekaligus penguasa keempat Giri Kedaton. Dimasa beliau, dakwah islam lebih inobatif dengan pendekatan Kebudayaan, cara dakwah beliau mirip sekali dengan metode kakeknya yaitu dengan pendekatan budaya. Dimasa beliau, persebaran islam yangberpusat di Giri pada waktu itu konon termasyur sampai ke Malaka. Maka tidak heran dimasa beliau, islam kembali berjaya dan menjadi pusat pendidikan islam yangterbaik dimasanya. Beliau terkenal cerdas, selain menjadi Raja. Beliau juga dikenal sebagai Ulama yang mumpuni. Dalam Babad Gresik disebutkan beliau berkuasa dari tahun 1548 sampai 1605 Masehi. Dari informasi yang dihimpun berdasarkan sejarah raja-raja jawa. Sunan Prapenlah yang bertugas untuk melantik calon raja di berbagai daerah di Nusantara. Beliau juga terkenal dengan keberanianya untuk menentang upeti pajak yang diperintahkan oleh Kerajaan Majapahit. Biau juga yang menerjemahk...

Makam Prabu Brawijaya V

Image
Prabu Brawijaya V wafat pada tahun 1478 masehi. Beliau merupakan Raja Kerajaan Majapahit trakhir yang beragama islam. Kisah hidup beliau tertuang dalam serat dan naskah. Naskah yang lebih banyak menggambarkan sosok beliau adalah naskah Pararaton. Dimana dalam naskah tersebut, beliau dikisahkan mampu menguasai Janggala dan Kadiri atas kemenanganya terhadap Bhre Kertabumi. Brawijaya memiliki permaisuri muslim dari negeri Champa yang bernama Dwarawati yang tidak lain adalah sepupu dari Syekh Ali Murtadho (Raden Santri). Seumumnya Raja-Raja Jaw dulu, selain menikahi 1 istri, tetapi juga memiliki selir-selir yang begitu banyak. Entah berasal dari kerajaan yang dilakukan ataupun saat pengembaraan tugas. Dari para selir tersebut beliau melahirkan tokoh-tokoh pemimpin islam di tanah jawa. Semisal Arya Damar Bupati Palembang, Raden Patah Bupati Demak, Batara Katong Bupati Ponorogo, serta Bondan Kejawan yaitu Leluhur raja-raja Kesultanan Mataram. 

Makam Kanjeng Sepuh Sidayu

Image
Menurut catatan sejarah dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Makam Kanjeng Sepuh Sidayu terletak di Desa Kauman Kecamatan Sidayu yang berjarak ± 28 km dari Kota Gresik melalui jalur pantura Gresik – Tuban. Makam Kanjeng Sepuh Sidayu berada di belakang masjid jami’ Sidayu. Makam tersebut berada dalam kompleks pemakaman para Bupati Sidayu yang lainnya dan para keluarga besarnya. Pada Tahun 1817 M seorang bernama Raden Adipati Suryo Diningrat (pada versi lain dikenal juga dengan Suryo Adiningrat), putra Sayid Abdur Rohman Sinuwun Solo dinobatkan menjadi Bupati di Sidayu dengan gelar Kanjeng Sepuh Sidayu. Namun, pada masa pemerintahan V.O.C. Kadipaten Sidayu dikerdilkan menjadi wilayah sub-administrasi (kawedanan) dari Kabupaten Surabaya karena dianggap menentang kebijakan mereka. Setelah Gresik menjadi wilayah Kabupaten, kemudian Sidayu berubah menjadi Kecamatan. Berikut nama-nama Bupati yang pernah memerintah di Kabupaten Sidayu: Raden Kromo Widjojo Adipati Prob...

Situs Giri Kedaton

Image
Berdasarkan sumber sejarah tradisional, situs ini merupakan kedaton (istana) atau pusat pemerintahan era Giri I yakni Sunan Giri atau Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin yang kemudian diteruskan secara turun temurun oleh para keturunannya. Giri Kedaton didirikan oleh Sunan Giri pada sekitar tahun 1487 M. Dipilihnya lokasi tersebut sebagai Kedaton Giri berdasarkan petunjuk Syeck Maulana Iskhak (Ayah Sunan Giri) atas dasar kesamaan segenggam tanah yang dibawa dari Samudra Pasai. Bangunan yang awalnya adalah pesantren tempat Sunan Giri mengajarkan ajaran Agama Islam kepada para santrinya itu kemudian dikenal dengan GIRI KEDATON. Situs ini banyak didatangi peziarah maupun wisatawan umum sebagai tempat bermunajad dan belajar sejarah bangunan kuno. Menurut cerita tempat ini merupakan tempat pengukuhan Raja-raja Islam Demak sampai Pajang. Ditempat ini pula dibangun Masjid / Pondok Pesantren yang pertama di Giri, yang kesemuanya tinggal nampak bekas-bekasnya, termasuk kelengkapan Kedaton lain...